Pertamina Tanam 1.300 Saninten Demi Mitigasi Bencana

Pertamina Tanam 1.300 Saninten Demi Mitigasi Bencana

Pertamina Tanam 1.300 Saninten Demi Mitigasi Bencana Yang Menjadi Strategi Mereka Untuk Hutan Indonesia Berkelanjutan. Upaya menjaga keseimbangan lingkungan terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk sektor energi. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian alam. Tentunya dengan melakukan penanaman 1.300 pohon saninten (Castanopsis argentea) di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Program ini tidak sekadar aksi simbolis. Namun melainkan langkah nyata untuk mendukung mitigasi bencana. Kemudian pemulihan ekosistem di kawasan Bandung Utara yang kian rentan. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada satu jenis tanaman. Selain saninten yang merupakan pohon endemik Jawa Barat. Pertamina juga menanam berbagai tanaman multi purpose tree species (MPTS) berbasis agroforestri, seperti kopi, alpukat, dan jeruk. Dengan pendekatan tersebut, penghijauan dilakukan secara berkelanjutan sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Saninten Dan Agroforestri untuk Lingkungan Berkelanjutan

Saninten Dan Agroforestri untuk Lingkungan Berkelanjutan. Pohon keras ini di kenal memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga efektif menahan tanah dan mengurangi risiko longsor, khususnya di wilayah lereng. Bandung Utara sendiri merupakan kawasan dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi akibat alih fungsi lahan. Kemudian berkurangnya tutupan pohon keras. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, menegaskan pentingnya keberadaan pohon keras di kawasan pertanian lereng. Menurutnya, penghijauan yang tepat dapat menjadi solusi jangka panjang. Tentunya untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun terus mendorong kolaborasi lintas pihak. Terlebihnya demi menghijaukan kembali kawasan Bandung Utara. “Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi Pertamina yang tidak hanya menanam. Akan tetapi juga memelihara dan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapannya,” ujar Dodit. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan sebuah program lingkungan tidak hanya di tentukan oleh jumlah pohon yang di tanam. Namun melainkan juga oleh komitmen perawatan dan partisipasi warga.

Peran Petani Lokal Sebagai Local Biodiversity Champion

Salah satu aspek menarik dari program ini adalah keterlibatan langsung masyarakat setempat. Pertamina bekerja sama dengan Komunitas Saninten Indonesia dan melibatkan lima petani binaan, Peran Petani Lokal Sebagai Local Biodiversity Champion. Para petani ini tidak di pilih secara instan, melainkan melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD). Dan sesi edukasi yang memanfaatkan pengetahuan lokal serta pengalaman bertani mereka. Pendekatan ini membuat program penghijauan lebih membumi dan relevan dengan kondisi lapangan. Petani tidak hanya menjadi pelaksana. Akan tetapi juga penjaga keberlanjutan tanaman yang telah di tanam. Dengan demikian, rasa memiliki terhadap lingkungan pun tumbuh secara alami. Oyot, salah satu petani yang terlibat, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi lahan saat ini. Menurutnya, banyak lahan di wilayah tersebut sudah kritis dan pohon keras semakin berkurang. Melalui program ini, ia berharap keseimbangan alam dapat perlahan di pulihkan. Serta yang sekaligus memberi manfaat ekonomi dari tanaman agroforestri yang ditanam.

Komitmen Pertamina Dalam Mitigasi Bencana Bandung Utara

Komitmen Pertamina Dalam Mitigasi Bencana Bandung Utara di tegaskan oleh Supervisor Maintenance PT Pertamina Patra Niaga AFT Husein Sastranegara, Boy Presley Panjaitan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini memiliki muatan yang jauh lebih luas di banding sekadar penghijauan. “Konservasi saninten ini bukan hanya tentang penanaman pohon, tetapi juga bagian dari upaya mitigasi bencana di Bandung Utara yang saat ini tengah menjadi perhatian,” ujar Boy. Semangat yang di usung melalui tagline Saninten Lestari, Bandung Utara Tangguh mencerminkan harapan. Tentunya agar lingkungan yang terjaga mampu memperkuat ketahanan wilayah dari ancaman bencana. Lebih jauh, saninten di nilai mampu mendukung ekosistem di sekitarnya. Mulai dari menjaga kesuburan tanah hingga menjadi habitat bagi berbagai makhluk hidup. Dengan kombinasi pohon endemik dan tanaman MPTS, kawasan penghijauan di harapkan tidak hanya hijau secara visual. Akan tetapi juga produktif dan berdaya tahan dari strategi Pertamina.