Janice Tjen Menggila! Finalis US Open Bertekuk Lutut

Janice Tjen Menggila! Finalis US Open Bertekuk Lutut

Janice Tjen Menggila! Finalis US Open Bertekuk Lutut Dan Sosoknya Mengungkap Rahasia Melawan Kidal Leylah Fernandez. Kabar membanggakan datang dari dunia tenis Indonesia. Petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen, kembali mencuri perhatian di ajang Dubai Championships 2026. Dan ia bertanding di Dubai Tennis Stadium pada Senin (15/2/2026). Terlebih sosoknya sukses menumbangkan wakil Kanada, Leylah Fernandez, dalam duel dua set langsung 7-6 (5) dan 6-4. Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena Fernandez bukan nama sembarangan. Ia merupakan mantan finalis US Open yang di kenal agresif dan bermental baja. Namun sekali lagi, Janice Tjen membuktikan dirinya bukan sekadar kuda hitam. Dengan permainan matang dan penuh percaya diri. Dan ia memastikan tiket ke babak 16 besar sekaligus mengulang sukses yang sama saat menyingkirkan Fernandez di Australian Open bulan lalu.

Duel Ulang Sarat Taktik Dan Mental Baja

Pertemuan Duel Ulang Sarat Taktik Dan Mental Baja. Ini adalah duel ulangan yang sarat gengsi. Beberapa pekan sebelumnya, keduanya sudah saling berhadapan di Australian Open. Artinya, masing-masing sudah memahami pola permainan lawan. Set pertama berlangsung ketat. Fernandez yang bertangan kiri dominan mencoba mendikte permainan lewat pukulan forehand menyilang dan tempo cepat. Namun, sosoknya tampil tenang. Ia mampu mengimbangi reli panjang. Dan memaksa set pertama di tentukan lewat tie-break. Di momen krusial inilah mentalnya berbicara. Ia bermain lebih disiplin dan minim kesalahan sendiri, menutup set pertama 7-6 (5). Memasuki set kedua, tekanan justru berpindah ke pihak Fernandez. Sosoknya mulai lebih agresif dalam pengembalian servis dan berani mengambil risiko di net. Dan transisi serangan yang rapi membuat Fernandez kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya. Akhirnya, skor 6-4 memastikan kemenangan straight set bagi petenis Indonesia tersebut.

Peran Kunci Pelatih Kidal Christopher Bint

Menariknya, keberhasilannya menetralisir permainannya dan Peran Kunci Pelatih Kidal Christopher Bint. Sang pelatih juga seorang kidal. Sehingga memahami betul pola dan sudut pukulan khas pemain bertangan kiri. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman menghadapi Fernandez sebelumnya sangat membantu. “Saya bermain melawannya beberapa minggu lalu di Australian Open. Dan saya rasa kami sudah cukup mengenal permainan satu sama lain saat ini,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa duel tersebut bukan hanya soal teknik. Akan tetapi juga soal adaptasi dan pembacaan taktik.

Dalam tenis modern, detail kecil sering menjadi pembeda. Servis ke arah backhand, variasi spin, hingga penempatan bola pendek menjadi bagian dari strategi yang di siapkan matang. Kehadiran pelatih yang memahami karakter lawan secara teknis memberi keuntungan signifikan baginya. Lebih jauh lagi, kemenangan ini menunjukkan perkembangan pesatnya dalam hal konsistensi. Ia tidak hanya mampu menang sekali. Akan tetapi juga mengulang keberhasilan atas lawan yang sama di turnamen berbeda.

Sinyal Kuat Kebangkitan Tenis Putri Indonesia

Keberhasilannya menjadi Sinyal Kuat Kebangkitan Tenis Putri Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, nama Indonesia jarang terdengar di level turnamen elite. Kini, ia hadir sebagai simbol kebangkitan. Melangkah ke babak 16 besar bukanlah akhir perjalanan. Tantangan berikutnya tentu lebih berat. Namun, kemenangan atas mantan finalis US Open membuktikan bahwa ia mampu bersaing dengan pemain papan atas dunia. Pada akhirnya, performa menggilanya bukan sekadar sensasi sesaat. Ia menunjukkan kesiapan mental, taktik matang. Dan juga dukungan tim pelatih yang solid. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin ia akan melangkah lebih jauh. Kemudian mengukir sejarah baru bagi tenis Indonesia di panggung dunia yaitu si Janice Tjen.